Bagaimana tata cara pelaksaan Reverse Auction dalam proses tender?

Kategori : Q&A Pengadaan
Jawaban :

1. Berdasarkan pada ketentuan angka 3.8 huruf b Lampiran Peraturan LKPP Nomor 12 tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah Melalui Penyedia, bahwa Reverse Auction dapat dilaksanakan sebagai tindak lanjut tender yang hanya terdapat 2 (dua) penawaran yang masuk dan kedua penawaran tersebut lulus evaluasi teknis untuk berkompetisi kembali dengan cara menyampaikan penawaran harga lebih dari 1 (satu) kali dan bersifat lebih rendah dari penawaran sebelumnya.
2. Selanjutnya, mengacu pada ketentuan Pasal 6 Peraturan LKPP Nomor 12 tahun 2021 mengatur bahwa Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui Penyedia dilakukan melalui aplikasi SPSE dan Sistem Pendukung. Ketentuan lebih lanjut mengenai Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan Sistem Pendukung diatur dalam:
a. Syarat dan ketentuan penggunaan SPSE dan sistem pendukung; dan
b. Panduan penggunaan SPSE dan sistem pendukung;
3. Pada angka 3.11.2 Panduan Pengguna SPSE 4.4 untuk Pokja Pemilihan Selain Metode Konstruksi mengenai penggunaan Reverse Auction dijelaskan bahwa Reverse Auction akan terjadi jika terdapat 2 (dua) penawaran Peserta yang masuk sampai dengan 2 (dua) Peserta yang lulus Pembuktian Kualifikasi.
4. Memperhatikan ketentuan - ketentuan diatas terkait dengan penggunaan Reverse Auction agar dapat mengacu pada ketentuan dalam Panduan Penggunaan SPSE 4.4 sebagaimana telah dijelaskan pada poin 2 (dua) bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai Sistem Pengadaan Secara Elektronik diatur dalam Panduan Penggunaan SPSE dan Sistem Pendukung.